LIVE IT!

tidbits of my life

Happy belated Christmas..

Natal.. natal.. natal..

Rasanya tiap tahun saya pasti senang sekali tiap menjelang natal. Pasti diikutin acara yang ada Santa Klaus-nya, trus dapat hadiah,, yang sebenarnya udh disiapin sama mama papa saya. Trus mama bakal bikin kue yang banyak banget. Trus bakal masak yang enak buat hari natal. Trus bakal makan malam enak sekeluarga. Apalagi dulu waktu masi jaman2 sekolah minggu tercinta. Mulai sebulan sebelumnya, udah rame ikutan latian natal di gereja. Natal, hingga saya beranjak SMP, identik dengan perayaan, latihan, drama, hadiah natal, dan makan malam keluarga.

Gyahahaha. Sampai di bandung, saya benar-benar harus berusaha sendiri buat menciptakan suasana Natal itu. Secara saya ngga pernah dfasilitasi buat balik pas Natal.

Tahun pertama, saya bareng2 keluarga sahabat saya ngerayain natal. A bit feels like home, anyway. But still, it’s different. Being with another familiy,not with your family.

Tahun kedua, saya bareng-bareng teman-teman d PMK. Kebetulan acara Natal waktu itu diadain 3 hari menjelang Natal.Sahabat saya jg nginap d kosan waktu itu. Tapi karena satu dan lain hal Natal ini merupakan salah satu Natal yang ‘kelabu’ buat saya.

Tahun ketiga, banyak yang balik ke tempat masing-masing. Untungnya, sahabat saya ngga balik. Jadi ngga sendiri2 amat si. Menjelang malam natal, saya membaca sebuah buku yang dihadiahkan seseorang kepada saya 2 tahun yang lalu. Kurang lebih ada kalimat kayak gini:

“Natal telah hilang di tengah kesombongan dan kekerasan hidup manusia. Manusia kehilangan kemanusiaannya dan menjadi budak nafsu…

Karena Kristus telah miskin demi kita, maka sudah sepantasnya bila kita menyibak selubung kesombongan kita, menelaah kemiskinan kita.

Dan kita pun akan menikmati Natal yang sejati.”

Hmmm. Saya kembali merenungkan natal sambil baca buku ini. Dan mutusin buat ngelewatin natal ini dengan benar-benar ‘sederhana’.

Saya ikut kebaktian malam natal waktu itu seorang diri. Sampai mama saya khawatir karena kebaktiannya memang agak malam. Ternyata aneh juga jadi orang yang benar-benar ‘sendiri’ di tengah keramaian. Ketika orang-orang datang dengan keluarga, teman, atau pasangan masing-masing, saya memilih buat datang sendiri saja. Walaupun, sahabat saya yang baik hati udah menawarkan untuk menemani. Makan malam juga dengan lauk seadanya. Ngga ada yang spesial lah seperti natal-natal sebelumnya.

Di kosan, saya hanya di kamar saja. Berpikir. Kalau Yesus saja mau jadi miskin untuk saya, kenapa saya harus jadi kaya untuk menikmati Natal?

Ternyata natal yang sederhana, tanpa keluarga, pesta pora, perayaan, gelak tawa, barang-barang baru, dan kawan-kawannya, tetap jadi natal yang indah.

Jangan sampai jadi Herodes yang malang. Semua yang relatif kecil-kecil dan remeh itu jangan sampai membuat kita tidak mampu lagi merasakan sukacita natal yang sebenarnya jauh lebih besar.’

Kita merayakan natal. Yesus sudah lahir. Keselamatan sudah tiba. Sayang sekali kalau pikiran kita tidak ke situ, malah tersita ke hal-hal remeh, seperti perayaan, keberadaan keluarga, dan kemeriahan.

Happy belated christmas to all,,

3 comments on “Happy belated Christmas..

  1. petra
    December 27, 2008

    Yo, merry christmas!

  2. Jucha
    December 29, 2008

    “Tahun kedua, saya bareng-bareng teman-teman d PMK. Kebetulan acara Natal waktu itu diadain 3 hari menjelang Natal.Sahabat saya jg nginap d kosan waktu itu. Tapi karena satu dan lain hal Natal ini merupakan salah satu Natal yang ‘kelabu’ buat saya.”

    wah… kelabu?
    bukannya natal penuh warna merah, putih dan hijau?
    kau natalan dimana ?
    mau dong natal yang kelabu…
    yang biru juga boleh…. jadi kalo meletus yang ijo…masih ada warna merah, putih, biru dan kelabu…

    ^_^

    “Saya ikut kebaktian malam natal waktu itu seorang diri. Sampai mama saya khawatir karena kebaktiannya memang agak malam. Ternyata aneh juga jadi orang yang benar-benar ‘sendiri’ di tengah keramaian. Ketika orang-orang datang dengan keluarga, teman, atau pasangan masing-masing, saya memilih buat datang sendiri saja. Walaupun, sahabat saya yang baik hati udah menawarkan untuk menemani. Makan malam juga dengan lauk seadanya. Ngga ada yang spesial lah seperti natal-natal sebelumnya.”

    seneng pergi natalan sendiri ya??
    kayaknya enak tuh…. kenapa ga mau di temenin ama sahabat mu…??
    biar ga sendirian natalannya…. ya setidaknya ada temen buat diajak ngelamun bareng-bareng liat orang lain yang datang ama keluarga dan pasangannya…

    atau kenapa ga ngajak aku…??
    (oiya, lupa kalo natalan di gereja dilarang bawa binatang peliharaan ya?)
    peace kk ^_^

  3. internisti
    January 1, 2009

    comment for third year christmas:
    sel, it’s nice you realize that things..hehe., kadang2 butuh kesederhanaan dan ketenangan utk merasakan makna yg sesungguhnya dr natal , keramaian dan kemeriahan ngebuat kita susah ngerasain natal, karena emg pristiwa natal itu sederhana bgt, karena Tuhan tidak lahir d hotel tapi dikandang domba..mgkn mnarik jg klo ad acr natalan di kandang domba, klo ga ad kandang sapi pun oklah seperti peribahasa tak ada rotan akar pun jadi..hehee( mulai ngelantur)..so happy new year 🙂 yaaaaaa.,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 27, 2008 by in 1.
%d bloggers like this: