LIVE IT!

tidbits of my life

Kangen

Ngga terasa, udah bulan Desember ternyata. Heuu. Desember selalu mengingatkan kalo setahun lagi hampir berlalu. Lalu, ketika membuka kembali jurnal harian dan mengintip bagian resolusi.. dududu. Kok kayakny masi banyak yang ngga terwujud lagi yaa tahun ini?? Tanya kenapa ..

Salah satu keinginan saya yang nampaknya sulit untuk terwujud adalah natalan bareng keluarga di tahun ke-4 ini. Padahal lagi kangen berat. Heuu. Mana kemarin baru saja nonton film natal “Christmas Carol”.. makin pengen pulaang rasanya 😦

Kangen rumah.

Rumah kayu yang cukup luas untuk bermain kejar-kejaran dengan adik-adik.Tangga bercat coklat yang dulu saya pernah jatuh terguling-guling di atasnya, sampai kehilangan 2 gigi susu.. Sofa coklat yang di ruang tamu yang biasa jadi tempat bermanja-manja dengan Mama. Lantai kayu yang berderak tiap kali saya melangkah. Si Digitec yang jadi saksi berantemnya seluruh keluarga demi menonton acara kesukaan masing-masing – Mama yang ingin nonton infotainment, Papa yang mendewakan siaran berita, Tina yang mengidolakan Spongebob atau kartun lainnya, Julian yang mau nonton apa-saja-yang-Tina-ngga-suka, dan saya yang biasany memilih untuk ngikut saja dengan Mama atau Tina. Remote Digitec yang jadi saksi bisu kemenangan Papa biasanya. Kamar tidur berempat karena ngga ada yang berani tidur sendiri, kecuali si Papa. Dapur tua tempat kami biasanya makan malam bersama dan mengoceh tentang berbagai hal.

Kangen Mama.

Wanita super melankolis yang berhasil menanamkan sedikit kemelankolisannya kepada saya. Satu-satunya orang yang bisa bikin saya ngerasa marah banget tiap kali ngeliat dia menitikkan air mata. Tempat curhat paling oke sedunia. Tau kapan harus berkomentar dan kapan harus diam mendengarkan. Kangen dengan usaha kerasnya buat belajar masak. Kangen muffin pisang, nasi goreng mentega, nasi kuning asem, kroket, deelel, yang khas buatan Mama.

Kangen Papa.

Orang yang terkadang bisa nyebelin banget, tapi lebih sering bikin kangen. Rindu sama lagu-lagu Toraja jaman baheula yang disenandungkan tiap kali mengantarkan saya ke sekolah. Kangen dengan pertengkaran-pertengkaran kecil kami. Kangen dengan sifatnya yang keras dan sulit mengalah di luar, tapi lembut di dalam. Kangen dengan masakannya yang luar biasa tasty.

Kangen Julian.

Si anak cowok tengah, kawan berantem saya dari kecil. Partner-in-crime saya dalam manjat pohon, naik sepeda, hingga turun ke empang. yang selalu minta saya temani mandi karena ketakutannya yang agak-agak lebay. Rindu dengan celoteh dan pertanyaan-pertanyaanya yang suka bikin emosi, karena memamg dimaksudkan untuk itu olehnya. Pemuda yang akan selalu saya anggap anak kecil, walaupun sekarang udah bisa ngancam bakal ‘melangkahi’ saya. Ckckckck.

Kangen si kecil Tina.

Kangen sama tangisannya pas minta diajarin . Tulisan tangannya yang sering morat-marit seperti cakar ayam, tapi tetap bisa memberikan kehangatan tersendiri pada saya tiap kali membaca surat yang dikirimkannya. Si kecil yang sudah beranjak dewasa dan mulai belajar arti hidup yang keras. Yah, semoga dia bisa menikmati masa-masa remaja yang bisa membuat pipi merona ketika diingat-ingat :p

Kangen Oma.

Omelannya di pagi hari ketika saya masih malas-malasan di tempat tidur. Decakan ‘kagumnya’ ketika melihat ada manusia, yang ternyata adalah cucunya, yang bisa begitu lelet dan ceroboh. Aturan dan tradisi yang diajarkan kepada saya, yang seringkali masuk kiri keluar kanan telinga saya. Tapi saya juga rindu cerita-ceritanya yang nampak begitu mengagumkan buat saya. Perjuangannya untuk hidup dan bertahan dari kepahitan masa lalunya.

Kangen. Semoga bisa cepat berkumpul kembali dengan mereka semua.

Semoga kau datang, membimbingku menuju bahagia.

Semoga kau datang, meringankan luka di hatiku.

Dan meminjamkan bahumu.

Dan menyeka air mataku.

Dan menggenggam kedua tanganku.

One comment on “Kangen

  1. petra
    December 1, 2009

    blog2 orang2 tentang Natalan semua ^_^
    nonton Christmas Carol juga jadi pengen pulang ke rumah buat Natalan…

    Pemuda yang akan selalu saya anggap anak kecil, walaupun sekarang udah bisa ngancam bakal ‘melangkahi’ saya

    jangan mau kalah, sel 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 1, 2009 by in My thougths.
%d bloggers like this: