LIVE IT!

tidbits of my life

15-21

You take a deep breath, and you walk through the doors

It’s the morning of your very first day

You say ‘hi’ to your friends you ain’t seen in a while

and try to stay out of everybody’s way

It’s your freshmen year

And you’re gonna be here for the next 4 years in this town

Hopin’ one of those Senior boys will wink at you and say ‘I haven’t seen you around before’

‘Cause when you’re fifteen, somebody tells you they love you

You’re gonna believe them

and when you’re fifteen , feelin’ like there’s nothin to figure out

and when you’re fifteen, don’t forget to look before you fall

Count to ten, take it in..

This is life before you know who you’re gonna be.. fifteen.

You sit in class next to red-head Abigail

and soon enough you’re best friends, laughi’n at the other girls who they think they’re so cool

We’ll be out of here as soon as we can


But in your life you’ll do things

Greater than dating the boy on the football team

But I didn’t know it at fifteen


When all you wanted was to be wanted

Wish you could go back and tell yourself what you know now

Back then I swore I was gonna marry him someday

But I realized some bigger dreams in life

and Abigail gave everything she had to a boy who changed his mind

and we both cried..

I’ve found time can heal most anything, and you just might who you’re supposed to be

I didn’t know who I was supposed to be at fifteen

Hari ini, seorang sahabat mengingatkan saya, “5 hari lagi loh, Sel..”. Awalnya saya bingung, apa yang akan terjadi dalam 5 hari lagi. Ternyata, 5 hari lagi (kalau panjang umur :p), saya akan tepat berusia 21 tahun. Woww.. tak menyangka saya udah seumur gitu..

Entah mengapa juga, di playlist saya terputar lagu di atas—Fifteen, Taylor Swift. Jadi teringat akan masa-masa SMA, ketika saya masih berusia 15 tahun. Lucu juga ternyata kalau mengingat masa-masa remaja itu. Masa-masa ababil alias abg labil.. hehehe. Kalau dibandingkan dengan sekarang.. ternyata saya sudah jauh berbeda 

You sit in class next to red-head Abigail

And soon enough you’re best friends, laughin’ at the other girls

Who they think they’re so cool

We’ll be out of here as soon as we can

Persahabatan. Innocent friendship. Saat itu, rasanya kita sahabat yang paling kompak, saling mengerti, saling berbagi, melakukan ini-itu bersama.. terlalu banyak kenangan yang membuat saya tak ingin berpisah. Saat itu, kita banyak berencana akan ini-itu bersama-sama.

Beberapa tahun kemudian.. here i am and there you are. Banyak hal yang berubah dan tak sanggup lagi saya genggam. Meminjam kata-kata seorang teman saya, life has taught me to rely on my self 😉

But in your life you’ll do things greater than dating the boy on the football team

But I didn’t know it at fifteen.

Saya tak pernah mengalami hal ini di masa-masa SMA saya. Entahkah memang saya sekeras batu atau banar-benar berpikiran pendek.. tapi saya merindukan saat-saat itu. Rasanya dunia hanya sebatas lulus dari SMA dan entah melayang ke mana sesudah itu. Sekarang, rasanya hal-hal besar memenuhi pikiran saya.. yang tak tahu dapat saya penuhi atau tidak.

When all you wanted was to be wanted

Wish you could go back and tell yourself what you know now

aaaaaarrgghhh.. rasanya begitu banyak kebodohan yang saya lakukan saat itu—jadi anak bandel, malas belajar, berantakan, suka keluyuran, bahkan jadi pemberontak di rumah. Ingin rasanya kembali ke masa itu dan memperingatkan si bodoh akan kebodohannya.

Back then I swore I was gonna marry him someday

But I realized some bigger dreams in life

and Abigail gave everything she had to a boy who changed his mind

and we both cried..

Ini kebodohan yang paling sering terulang dan terulang. Ketika udah nyaman dengan seseorang, udah berpikir kalo he’s the one atau she’s the ones. Saya lupa.. berkali-kali lupa. People changed. People forget. People ignored you, then.

Saya juga ingat, saya dan seorang sahabat sering menangis bersama. Bodoh.. but that’s friendship. You can’t say that someone is your best friend ‘till you crying with them.

‘Cause when you’re fifteen, somebody tells you they love you

You’re gonna believe them

Kalau dulu, mungkiin. Tapi kalau sekarang, rasa-rasanya itu kata-kata yang paling sulit untuk saya percayai. Entah karena sudah merasa lebih kenal lika-liku dunia, atau sinisme sudah terlanjur merasuki saya.

I’ve found time can heal most anything, and you just might who you’re supposed to be.

Kata-kata favorit saya. Ternyata waktu emang obat yang paling manjur. bukan mengobati si.. tapi waktu mengubah sesuatu yang tadinya tak biasa—bahagia ataupun derita—menjadi sesuatu yang biasa saja. Sometimes, that’s the only healer we need.

6 tahun sudah berlalu sejak saya berusia 15 tahun. Banyak hal sudah berubah. Sekarang merasa sudah lebih dewasa; banyak ujian dan pencobaan yang harus dilewati. Begitu seringnya terjatuh, dan begitu sulitnya untuk bangkit kembali.

Setahun lagi sudah hampir ditambahkan Tuhan buat saya. Apakah saya sudah bertambah dewasa lagi dalam kurun waktu itu? Ataukah perlu 6 tahun lagi buat melihat perbedaannya? Semoga tidak 🙂

3 comments on “15-21

  1. petra
    March 26, 2010

    jangan lupa makan2nya yah yah

  2. Jucha
    April 11, 2010

    ga percaya kalo ada yg bilang “i love you”?

    waduh ga tahu mesti bilang apa kalo ada yg bener2 sayang sama kamu… hahahhahahahah

  3. ndi
    May 11, 2010

    (^^)
    sepertinya saya tetap ji berpikiran pendeeekk.,..
    hehe..
    dewasa,yh…
    ajr dunkz..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 25, 2010 by in 1.
%d bloggers like this: