LIVE IT!

tidbits of my life

Witing tresno jalaran soko kulino

Call me irresponsible, karena sudah mencatut bahasa daerah semena-mena, padahal Jawa pun saya bukan. ‘Witing tresno jalaran soko kulino’ merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Jawa yang artinya cinta tumbuh karena terbiasa. Eits, apakah saya akan membahas tentang dunia cinta-mencinta dua insan hari ini? Sayang sekali, belum saatnya :p

Tidak terasa, sudah hampir 8 bulan saya menjalani kehidupan bekerja. Sudah pernah berjanji sebelumnya ke seseorang untuk menulis tentang kehidupan pekerjaan ini.. dan baru hari ini bisa dipenuhi. Jadi, demikianlah hidup. Lulus kuliah bulan April dan pada bulan Mei ‘dipanggil’ untuk bekerja di rimba besi Jakarta. Bandung-Jakarta kini memang terasa delat berkat jalan tol, tapi kehidupan di Bandung dan Jakarta, percayalah, tidak ‘sedekat’ itu bedanya.

Kuliah di jurusan IT -> Teknik Informatika sebenarnya tidak membuat saya yakin untuk mengambil tawaran pekerjaan yang masih cukup dekat dengan komputer-dan-kroni-kroninya. Baru aja selesai kuliah dengan penuh perjuangan (<- karena malas), membuat saya pengen mencoba bidang lain. Yaah, kurang lebih seperti yang ditawarkan oleh program-program MT. Tapi ya itu, ada kalanya kita mengambil keputusan tanpa disadari. Atau hanya saya saja yaa. Tak dinyana tak diduga, saya udah tanda tangan kontrak selama 2 tahun sebagai System Analyst dan duduk manis di ruangan training mendengarkan instruktur menerangkan tentang software engineering, basis data, pemrograman, deelel. What a life.

Nah, di tempat kerja sekarang (sebut saja AHM), harus menjalani program OJT terlebih dahulu. OJT berbentuk in-class training ini cukup mengasyikkan.. bukan hanya pelajarannya (what?), tapi juga teman-teman sekelas juga sangat menyenangkan. Bermacam karakter muncul dan bercampur jadi satu di ruangan training itu. Ada yang pendieem, ribuuuut, bawel, dewasa, sensian, suka menabung, baik hati, jago sales, suka becanda, ke-bapak-an, ke-ibu-an, ke-tante-an, ke-om-an, ke-ponak-an, dan lain-lain. Udah berasa jd keluarga juga lama-lamaa. Ada kalanya emang bertengkar atau ngambekan, tapi so far so good lah. Dan ternyata kebiasaan di jurusan terulang lagi : berangkat pagi, depan komputer seharian, sesorean, pulang malam.. Bersyukur banget di sinii kalo bisa pulang kantor dan menikmati matahari sore.. Aiih, senangnyaa. Di sini saya makin mengerti kenapa Java dan antek-anteknya punya logo berkaitan dengan kopi atau cangkir kopi. Memang perlu kopi kalau mau lama-lama bermain (baca : begadang) dengan Java, Jdev, atau semacamnya -______-

Bulan Oktober lalu, kami resmi diangkat menjadi pegawai tetap. Alhamdulilah yaa, sesuatu bangeet.. Soalnya acara pengumumannya diselenggarakan di sebuah hotel di Bandung.. di mana bisa ngerasain kolam renang dan sauna.. asiknyaaa. Dan itu menandai bagian-asyik-kedua dalam masa-masa di sini. Kami mulai dibagi-bagi ke departemen-departemen berbeda. Kebenaran, saya ditempatkan di Application Management.. yaa, jadi analyst juga. Lantas apa yang saya kerjakan di sini?

Seperti namanya, bagian yang ini mengurusi aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh perusahaan. Pekerjaan yang paling terlihat adalah menjadi analis aplikasi : melakukan analisis kebutuhan, membuat spesifikasi program, unit testing, serta mengurusi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan aplikasi. Kedengarannya simpel.. tapi ternyata tidak juga. Pekerjaan ini ternyata butuh tingkat ketelitian dan detail yang tinggi.. yang mana saya masih perlu banyak belajar. Pada awalnya si bosan dan cape karena harus belajar prosedur-prosedur baru, teliti sana-sini, mikirin query, testing, dokumen.. Ada kalanya, di jam-jam bodoh (larut malam), merasa merana sampai mau teriak-teriak kalo kerjaan ngga beres-beres juga 😀

Untungnya, masih banyak orang-orang yang mau membantu. Masih banyak orang yang, walaupun kerjaannya juga segunung, masih mau meluangkan waktu dan pikiran untuk saya. Terlebih, masih ada teman kuliah baik hati (sebut saja namanya Ostin), yang mau membantu dan mengajari banyak hal, walaupun kadang-kadang kena semprot juga saya :p

Sepertinya memang benar. Terkadang cinta itu bisa tumbuh karena sudah terbiasa. Sepertinya memang benar. Terkadang, butuh paksaan dan tekanan untuk membuat kita menyadari sesuatu. Ternyata, saya cukup menikmati pekerjaan ini.. dan memang harus demikian. Sayang banget hidup ini kalo ngga menyukai sesuatu yang dilakukan 5 hari (pergi pagi-pulang malam) dalam seminggu dan hanya menunggu waktu liburan yang cuma 2 hari dalam seminggu itu. Do what you love and love what you do 😉

Witing tresno jalaran soko kulino.. Masih memupuk ‘cinta’ itu biar bisa tumbuh dengan subur. Hehe. Semogaa deh. Makin cinta kantor, makin cinta pekerjaan, dan pastinya makin cinta Tuhan di atas segala-galanya. Oh iyaa, dan tidak lupa :

Cinta HONDA PGM-FI, Cinta Indonesia !

*slogan honda yang entah udah brapa lama mangkal di background desktop saya, dan (parahnya) kemudian baru tau artinya beberapa hari lalu dari iklan TV*

3 comments on “Witing tresno jalaran soko kulino

  1. Fachrie Lantera
    December 31, 2011

    hi friend, hope you happy there, waiting for the end 2011 …

  2. Normally I do not read article on blogs, but I would like to say
    that this write-up very pressured me to take a look
    at and do so! Your writing style has been surprised me.
    Thank you, quite great post.

    • Seli
      March 8, 2013

      thank you 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on December 29, 2011 by in Uncategorized.
%d bloggers like this: