LIVE IT!

tidbits of my life

Hingga tanggal 4 ini, semangat tahun baru masih menghinggapi saya..

 

wajah 2011wajah 2012

 

 

Seperti sebelum-belumnya, a fresh beginning is a fun way to start something. Selalu ada perasaan excited di awal sesuatu.. seperti ketika akan membubuhkan tulisan untuk pertama kalinya di sebuah buku cantik. Sayangnya, perasaan excited ini cepat hilang ketika menemui kesulitan atau merasa tidak ada perubahan yang terjadi di sekeliling. Hal tersebut sering sekali terjadi pada saya. Karena itu, saya berusaha ‘memperpanjang’ excitement ini dengan melakukan beberapa hal baru.. buat nambah semangat. Salah satunya membeli agenda baru. Lumayan mahal si, tapi okee deh.

diary 2012 gambar batik Madura ceunah

halaman pertama

Contoh lainnya adalah cubicle saya. Ini sekilas gambarnya. Sekilas, semua kebutuhan udah ada di meja ini.. laptop, agenda, alat tulis, minuman, dan snack. Tapii.. entah kenapa, saya masih merasa kalau cubicle ini sepii banget. Sampai tulisan ini dibuat, saya masih memikirkan improvement apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi persoalan ini (ceileeh..). Any idea?

cubicle sayasepinyaah..

 

Perubahan-perubahan seperti ini masih terhitung minor. Salah satu hal baru yang saya lakukan di tahun baru ini adalaaaaah.. pergi ke dokter gigi. Hahaha. Mungkin emang konyol, tapi sedari kecil saya selalu merasa takut sama yang namanya dokter gigi. Rasanya mau mati deh kalo udah menghirup aroma-aroma klinik dokter gigi :S

 Tapi, setelah mengumpulkan segenap keberanian dan pengetahuan (dokter giginya saya googling dulu.. maklum anak rantau), saya memberanikan diri masuk dan mendaftarkan diri ke klinik bergambar gigi itu. Waktu menunggu, saya udah mencari beribu alasan untuk pura-pura membatalkan janji dokter giginya. Hahaa. Untung ada yang menemani (dan mencegah saya untuk lari). Akhirnya, nama saya dipanggil. Dag dig dug plus keringat dingin bercucuran. Bayangan saya adalah dokternya pendiam, langsung mengerjakan ‘tugasnya’, dan voila! Selesai! Untungnya, tidak demikian. Dokternya udah berumur (dan berpengalaman sepertinya), cerewet, tapi baik hati. Dia mengambil waktu buat ngejelasin a hingga z tentang perawatan gigi. Pertama kali ngelihat gigi saya, dojternya udah tau kalo saya sering sakit kepala dan pegal-pegal di sekitar leher. Lho kok? Ternyata, itu penyebabnya karena gigi saya ada yang tumbuh menyamping. Hiiii. Moral dari cerita ke dokter gigi antara lain adalah sebagai berikut.

 1) jangan menunda-nunda untuk ke dokter gigi. Kalau udah bolong dikit, mending langsung ke dokter gigi. Paling mahal Cuma habis 400k, tapi udah dengan jaminan 5-10 tahun ngga bakal bolong lebih lanjut. Kalau bolongnya udah parah, biaya perbaikannya bisa sampai 2000k per giginya ! Alamakjaaaang..

 2) Kalau ada masalah tentang soal spesifik, misalnya dokter gigi ini, ya langsung tanya pakarnya. Ngga usah terlalu banyak mendengarkan tetangga yang bilang ngga per ke dokter, atau mendengarkan teman yang bilang sakit banget kalo ke dokter. Tiap bidang itu pasti ada pakarnya. Pilihannya adalah kita mau jadi pakarnya (dengan menguasai ilmu tersebut) atau ya tanya langsung ke pakarnya. Jangan gampang percaya sama hoax.

 3) Kesehatan itu juga investasi, lho. Mungkin kita terkadang sayang mau ke dokter karena biaya yang dokeluarkan cukup mahal. Tapi percaya deh, apa yang kita tabur ya itu yang akan kita tuai. Mungkin emang harus ngeluarin usaha dan materi buat menjaga kesehatan. Tapi pengorbanan itu sebanding kok dengan kenyamanan dan kesehatan yang memungkinkan kita melakukan lebih banyak hal.

 4) Apa yang sudah lewat, sudah tak perlu disesali lagi. Prevention is important, yes. Tapi, kalo sudah tidak mungkin lagi mencegah, ya sudah dihadapi saja. “Yang penting bagaimana merawat yang ada sekarang,” kata bapak dokter giginya. Saya tipe orang yang lumayan sering menyesal berkepanjangan. Seandainya saja begini, seandainya saja begitu.. tapi itu ngga membawa saya ke manapun ! Lebih baik melangkah maju dengan terseok-seok daripada tinggal meatapi diri :p Hahaa.. tulisan ini udah banyak penyimpangannya.. dari agenda, cubicle, sampai ke dokter gigi. Tapi, tak mengapalah. Yang penting ada benang emasnya.. yaitu saya :p

Tulisan ini saya tutup dengan gambar ini.

amplop

Yap, pulang kerja ternyata di bawah pintu saya ada amplop itu ! kartu Natal dari sahabat saya yang baik hati, Ernestasia Siahaan. So sweeet. Udah jaraaang banget dapat kartu Natal, yang pastinya punya arti lebih mengingat ada effort dan ketulusan yang terlihat dari tulisan tangan. Terimakasih yaa Ernestoo :*

kartu Natal 3D lucuu..
Sekian dulu cerita kali ini. Sampai bertemu di lain hari 😉
 
Cheer UP !
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 4, 2012 by in Uncategorized.

Navigation

%d bloggers like this: