LIVE IT!

tidbits of my life

We’re officially married!

Only by His Grace, the wedding is finally done.

Kami sungguh berterimakasih untuk setiap pertolongan yang diberikan dalam mempersiapkan pernikahan ini: materi, waktu, dan doa yang tidak ada putusnya. Tak terkatakan rasa syukur yang kami rasakan pada saat melihat wajah-wajah keluarga dan sahabat yang rela datang untuk berbagi momen ini bersama kami: dari Makassar, Toraja, Sorowako, Manado, Kefamenanu, Balikpapan, Semarang, Jakarta, Singapur, dan Belanda. Jarak dan waktu ternyata tidak menjadi penghalang buat kita. Sungguh, Tuhan sajalah yang menunjukkan kasihNya kepada kami lewat kalian semua :’)

Tiada gading yang tak retak. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika terdapat kekurangan dalam penerimaan kami. Sungguhpun dalam kekurangan tersebut kami tetap bersyukur atas kesempatan untuk dapat berkumpul merayakan penyertaan Tuhan atas hubungan ini.

Ada pertemuan, ada perpisahan. Sebahagia apapun kita dapat berkumpul bersama dalam momen itu, kita kemudian harus tetap berpisah dan kembali ke realita kehidupan masing-masing. Seperti kata yang terukir dalam cincin pernikahan kami, kami tetap berharap akan selalu ada ikatan persahabatan di antara kita walaupun terpisah oleh jarak dan waktu :’)

mizpah

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on August 10, 2015 by in bridestory, infinity, wedding and tagged , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: