LIVE IT!

tidbits of my life

Derawan, Talisayan, dan Labuan Cermin!

Tanpa terasa, saya sudah lumayan lama juga tinggal di Balikpapan. Waktu di Jakarta dulu, super pengen main ke Derawan tapi karena kyknya kok jauh, jadi masi nanti-nanti aja. Pas nginjakin kaki pertama kali di Balikpapan, Derawan jadi salah satu tempat yang mesti banget dikunjungin. Akhirnya September 2015 kemarin, saya ikutan trip bersama temen-temen Open Trip Perjuangan ke Derawan dan sekitarnya.

Inget ngga kalo bulan September itu lagi musim-musimnya berita asap? Iyes banget, dan daerah Berau jadi dalah satu tempat yang asapnya lumayan parah. Jadilah perjalanan ke sana penuh dengan drama.. mulai dari tiket pesawat yang re-route dari Berau ke Tarakan sampai perjalanan Tarakan-Derawan yang bisa bikin geger otak saking hebohnya guncangan kapal.

Setelah melewati itu semua, akhirnya menjelang maghrib kami sampai juga di Derawan, tepatnya Miroliz Pelangi Cottage. Penginapan ini nyaman banget.. dengan AC, TV, dan kamar mandi privat. Letaknya juga di atas air, jadi dari balkon kamar udah bisa ngeliat penyu berenang.. uuhh asik banget.

IMG_8623

Destinasi hari pertama adalah Derawan, Maratua, dan Kakaban. Bahkan dengan kabut tipis menutupi langit, saya masih merasa Derawan dan Maratua indah banget.. Warna turqouise nya itu emang bikin pengen nyebur mulu. Visibility air nya juga cukup baik dengan variasi ikan yang beragam. Kakaban juga spot yang menarik. Selain bisa berenang di danau bersama ubur-ubur baik hati yang tidak suka menyengat, perairan di sekitarnya juga sangat bagus untuk snorkelling. Terumbu karangnya masih bagusss banget.. bahkan lebih bagus dari yang saya temui di Karimun Jawa. Setelah cape snorkelling, kami pun beranjak ke Gua Haji Mangku. Tempat ini jadi nge-hits setelah dikunjungi traveller2 kondang macam Marischka Prue dan Jalan Jalan Men. Bagian yang cukup seru dari tempat ini adalah sensasi melompat ke bawah gua. Karena saya tidak bisa diving, jadi cukup menikmati warna dan kedalaman airnya dari permukaan saja.

Destinasi hari kedua adalah Talisayan dan Labuan Cermin. Pagi2 kami check out dari penginapan dan memulai perjalanan ke Talisayan untuk ketemu whale shark dan manta. Akhirnya kami berhenti di sebuah spot tempat kapal nelayan biasa memberi makan whale shark. Saya pun turun dan takjub melihat whale shark segede gaban berenang ke arah saya! OMG! Ini merupakan pengalaman pertama saya berenang dengan ikan sebesar itu.. Awalnya aja sih takut, karena habis itu kita semua malah main kejar2an sama ikannya biar bisa selfie bareng hahaha. Dasar anak muda jaman sekarang yaa.

Cape berkejar-kejaran dengan si whale shark, kamipun pindah spot ke destinasi berikutnya: Manta Point. Manta adalah sejenis ikan hiu yang bentuknya ceper tapi tidak menggigit (agak sotoy sih). Pertama ketemu manta, saya agak takut juga sih.. namanya juga hiu kan, gimana kalo tiba-tiba menggigit hiiiii. Ya tapii semuanya itu hanya di awal saja, saudara-saudara. Habis itu ya sama aja kyk whale shark, main kejar-kejaran lagi deh kita sama mantanya 😀

Tujuan selanjutnya adalah Labuan Cermin. Letaknya agak jauh, karena kami masih harus menempuh perjalanan darat sekitar 2 jam ke sana. Dengan semangat yang masih tersisa, siang hari itu kamipun sampai di Labuan Cermin. Labuan Cermin ini cukup unik karena terdiri dari 2 lapisan air, yaitu air tawar dan air laut. Karena massa jenis nya berbeda, maka kedua jenis air ini secara alami terpisah dan dapat dilihat secara nyata perbedaan warnanya di saat air tenang. Kami ke sana ketika cukup banyak juga warga lokal yang berenang di sana, jadi agak sulit untuk mengambil gambar perahu yang ala-ala melayang di sini. Tapi cukup seru sih berenang santai di sini sambil berusaha melupakan kalo besok udah mesti balik ~

Kami sampai kembali di Berau menjelang maghrib. Kembali kami dihadapkan pada dilema asap, di mana kemungkinan besar pesawat kami besoknya akan di-cancel. Akhirnya dengan gambling, kami berangkat pulang ke Tarakan walaupun belum memegang tiket balik dari Tarakan. Setelah melaui perjalanan dari malam hingga pagi lagi di kapal, akhirnya kami sampai juga di airport Tarakan yang penuhhh dengan orang-orang yang mau pulang ke Balikpapan. Dengan berbagai macam nego, protes, bujuk, dan rayu, akhirnya satu persatu kami bisa berangkat dari Tarakan. Saya dapat kloter terakhir di jam 5 sore… better late than never kan? Udah bersyukur sih sebenarnya bisa dapet tiket re-route tanpa nambah pesawat. Yah, walaupun LI*N emang sering delay dan segala macamnya, harus diakui kalo armada mereka cukup banyak sehingga memungkinkan perubahan force major seperti ini.

Demikianlah perjalanan singkat ke Derawan dan Labuan Cermin. Total kerusakan dari trip ini adalah 2,9juta di luar tiket pesawat. Worth it banget sih dengan pengalaman-pengalaman barunya. Thanks buat teman-teman Open Trip Perjuangan yang sudah mengorganisir dengan baik 😀

See you on the next trip, pals!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on March 2, 2016 by in journey, travel and tagged , , , , , , , , , .
%d bloggers like this: