LIVE IT!

tidbits of my life

Rea Makan

Jadi ibukibuk jaman now rasanya lebih berat ya daripada jaman dulu. Memang sih banyak sarana untuk belajar sekarang.. bahkan media sosial jadi sarana sharing dan belajar yang bermanfaat banget. Tapi, karena sudah semakin tipisnya batas di antara rumah tangga membuat orang2 punya kebebasan lebih untuk mengomentari hal2 yang dulunya mungkin ngga perlu dikomentari yah. Tiada asap tanpa api, memang kita juga kan yang memberi kesempatan ke orang2 untuk berkomentar dengan sharing banyak hal di media sosial.

Salah satu hal yang sering dikomentarin adalah seputar MPASI dan tumbuh kembang anak. Setelah drama lahiran normal vs SC, ASI vs sufor, tibalah saya pada drama BLW vs spoon-feeding. Yang ngehits banget kan metode pemberian makanan lewat baby-led weaning alias BLW. Sebelum masanya tiba, saya sudah cari2 info dulu.. udah tau pro kontra masing2 metode, dan akhirnya saya memilih untuk dominan ke spoon-feeding.

Kenapa? Simply karena sudah mencoba 2 metode ini selama seminggu dan sepertinya Rea lebih suka disendokin. Lebih mudah juga untuk saya mengatur menu dan nutrisinya. Yang lebih penting lagi, saya tidak repot bersih2 (maklum ya, saya paling malesss urusan bersih2 ehehehe). Trus ada yang komen, BLW kan bagus untuk melatih motorik halus anak. I see, tapi buat saya melatih motorik halus bisa dilakukan dengan banyak cara kok.. tidak mesti dari BLW. Pas Rea umur 10 bulan, secara ajaib dia ngambil makanan dan masukin ke mulutnya sendiri tanpa dibiasain BLW dari awal.

BLW atau spoon-feeding, dua2nya hanya sarana untuk mengenalkan makanan ke anak.. Tujuan penting dari masa MPASI buat saya adalah membiasakan Rea makan dengan jadwal yang teratur di tempatnya (di meja makan) dan mengenalkan sebanyak mungkin rasa. Urusan suka atau ngga suka, biar Rea yang memilih ya. Jangan sampai jadi stress hanya karena anak ngga mau makan dengan metode yang kita inginkan.

Banyak juga yang nanya, Rea makannya pinter ya? Badannya gendut begitu.. To be honest, Rea moody banget urusan makan. Ada kalanya kita cuma berhasil masukin 1-2 sendok dan habis itu udah dikasih senyum penolakan (baca: tutup mulut) sama dia. Ada kalanya, dia bangun2 minta makan. Saya sempat khawatir karena berat badan Rea stuck selama beberapa bulan hingga sekarang. Apa karena makannya moody? Apa karena kebanyakan tingkah? Kurang istirahat? Apalagi kalo lagi lihat2 foto Rea pas masih semok2nya.. suka sedih ngeliat kok sekarang udah kurus ya. In the end of the day, saya berkaca pada diri sendiri. Ya, mungkin Rea kayak saya juga.. kadang pengen makan, kadang males makan.. tapi akhirnya pas laper akan nyari makanan juga kok. Selama tumbuh kembangnya masih on the track, cukup lah buat saya. Ngga usah membebani diri dengan hal2 yang tidak perlu. Parenting should be fun, right?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 26, 2018 by in motherhood and tagged , , .
%d bloggers like this: